Jakarta, Suarajeruji.com – Oknum Guru SMPN 1 Silalahi terekam CCTV ( Closed Circuit Television ) Nyambi menjadi seorang Debt Collector. bersama rekannya oknum Guru berinisial JS yang bekerja sebagai ASN di SMPN 1 Silalahi dengan pede menyatromi salah satu rumah warga yang terletak di sosor beringin, Kelurahan pegagan Julu 1 , kecamatan sumbul pegagan , kabupaten Dairi , propinsi Sumatera Utara.
Oknum Guru yang menurut informasi statusnya sebagai Pengawai Negri Sipil (PNS ) tampak jelas dalam rekaman CCTV sedang berdiri dengan mengenakan baju warna putih.
Hal tersebut disampaikan oleh Andreas Arianto Sinaga selaku pemilik rumah yang disatromi oleh oknum guru bersama rekan lainnya.
peristiwa naas yang tersebut terjadi pada hari Rabu, 24/07/2024 sekitar jam 08.00 Wib .
Andreas Arianto Sinaga selaku pemilik sungguh kecewa dengan perbuatan yang tidak menyenangkan yang dilakukan oleh seorang yang jelas dilakukan oleh seorang tenaga pendidik di sekolah lanjutan . Suarajeruji.com. ( 26/ 7/ 2024)
“Masa sih Seorang guru datang bertamu tidak sopan, menyatromi dengan cara mendobrak dobrak pagar rumah saya” ungkapnya dengan wajah kecewa .
Lanjut Andreas Arianto Sinaga, disaat mereka datang kebetulan dirinya sedang tidak berada dirumah. anehnya , mereka malah bikin ulah yang yang tak terpuji dengan segaja seperti berniat merusak pagar dengan cara menggoyang goyang pagar rumah miliknya.
Hal tersebut dikuatkan oleh Lasniroani Sinaga adik sang pemilik rumah, yang pada saat disatromi oleh dua orang tamu yang tak diundang ,yang satunya berinisial JS berusaha menemui oknum guru, karena mendengar pagar rumah digoyang goyang sambil menyebut nama panggilan sehari pemilik rumah ( Ari ) yang tidak lain abangnya sendiri .
“Satu dari mereka berusaha mengoncang-goncang pagar rumah, sambil berteriak-teriak sembari panggil panggil nama abang saya” tutur Lasniroani Sinaga,sambil menirukan tingkah buruk tamu yang tak diundang yang dialaminya kepada awak media.
terkait peristiwa naas tersebut , Andreas Arianto Sinaga merasa tidak senang dan keberatan. menurutnya, kalau bertamu itu harus sopan bukan berulah konyol tak terpuji, juga bekerja tenaga pengajar, juga harusnya selalu memberikan teladan kepada siapapun.
Secara terpisah , Ahmad Sanusi, SH selaku Ketua Lembaga Pemantau kebijakan Publik memberikan tanggapan pedas terkait peristiwa tersebut, ” Oknum guru seperti itu seharusnya tidak ada lagi di negara kita, apalagi jelas dia adalah ASN yang punya tanggung jawab tugas kepada negara” tegasnya.
Ia berharap agar oknum guru tersebut segera diperiksa dan diberikan sanksi tegas, sesuai dengan UU di negara kesatuan Republik Indonesia .
Oleh : Redaksi





